Kamis, 24 Agustus 2017

DAUN JINTEN & KANGEN WATER UNTUK MEMPELANCAR ASI



Benarkah Daun Jintan Dapat Melancarkan ASI?
Setiap orangtua pasti ingin memberikan yang terbaik dan bermanfaat untuk buah hatinya.
Mengingat bahwa ASI memberikan banyak manfaat berlimpah baik bagi Ibu maupun bayi, maka memberikan ASI dalam tahun-tahun pertama kehidupan si kecil menjadi suatu komitmen penting bagi orangtua.
World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI sejak dini (inisiasi menyusui dini) dimulai dalam 1 jam pertama setelah kelahiran dan diteruskan secara eksklusif sampai bayi berusia 4 bulan.
Makanan pendamping ASI dapat mulai dapat diberikan ketika anak berusia 4-6 bulan dan mulai mantap diberikan mulai usia 6 bulan.
Pemberian ASI direkomendasikan untuk terus diberikan sampai usia 2 tahun.
Sayangnya, tidak banyak Ibu yang dapat mengikuti rekomendasi tersebut karena produksi ASI yang kurang.
Untuk itulah petugas kesehatan dan kelompok pendukung yang tepat diperlukan Ibu untuk bisa membantu Ibu tetap dapat menyusui sesuai rekomendasi.
Selain beberapa tips yang dapat Ibu lakukan, tenaga kesehatan atau budaya masyarakat setempat juga biasanya memiliki rekomendasi bahan herbal tertentu yang dipercaya dapat memperlancar produksi ASI.
Salah satunya adalah daun bangun-bangun (jintan) yang telah digunakan oleh masyarakat Batak selama bertahun-tahun sebagai suplemen yang wajib dikonsumsi untuk memperlancar ASI. (Baca: Tips Menyusui untuk Ibu Bekerja)
Kemudian muncul pertanyaannya, apakah secara medis terbukti daun jintan dapat memperlancar ASI? Atau hanya mitos masyarakat saja?
Daun jintan (Coleus amboinicus Lour.) memiliki banyak nama daerah, seperti misalnya daun bangun-bangun (Batak), daun kambing (Madura), daun ajiran (Sunda), godong jinten (Jawa), iwak (Bali), kunu etu (Timor) dan sukan (Melayu).
Daun ini terutama terkenal di daerah Batak sebagai daun yang harus dikonsumsi untuk memperlancar ASI.
Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan pada Ibu-Ibu menyusui di Indonesia ditemukan bahwa dengan konsumsi daun bangun-bangun memang dapat meningkatkan produksi ASI.
Ibu menyusui yang mengkonsumsi 150 gram daun bangun-bangun yang dimasak dalam sup selama 1 bulan sejak hari kedua setelah melahirkan mengalami peningkatan produksi ASI sebanyak 65%.
Hasil penelitian ini menguatkan kepercayaan masyarakat Batak yang menggunakan daun ini untuk memperlancar produksi ASI.


untuk bunda yang masih produksi Asinya belum lancar dan sudah mencoba berbagai macam cara penangan....namun belum lancar juga....Bunda bisa mencoba air kangen water pH 7 s/d 9.5.

kenapa harus dengan kangen water?
kangen water adalah air ionezer yang memiliki antioksidan orp -800 ( king antioksidan) dan memiliki molekul air yang sangat super kecil microcluster...sehingga apabila konsumsi rutin akan memperbaiki dinding usus untuk penyerapan makann dan air kangen sangatbmudah meresap ketubuh s3hingga dapat memperbaiki hormon dan mempelancar asi.




more info konsul bisa ke wa 081902008000
pinn bbm 5b8539e5




Senin, 21 Agustus 2017

Sehat vs Sakit





Merasa ga sih, bahwa topik ini sebenarnya termasuk topik usang, bukan karena lama tak dibahas justru karena terlalu sering dikupas

Coba kita berselancar sama Mba Googell, pasti buaanyyak buanggeett artikel, jurnal bahkan seminar, intinya pembahasan tentang sehat vs sakit ini, setuju....?

Lha kalau gitu kenapa dibahas lagi Mas...?? Justru itu...justru itu Pak Bu, Saya tanya balik, kenapa kok masih banyak yang terjebak dengan masalah kesehatan?? Lha iya yaaa...😒

Gini deh...beberapa hari yang lalu saat Saya main sepak bola dengan teman-teman, dipertengahan babak kedua Saya nyerah minta ganti, ga kuaatttt...hiks...hiks, salah seorang teman nyahut "Ben...dulu jangankan 2 x 45 menit, 4 x 45 menit Lw sanggup cuyyy"

Jederrrr...ngomongnya sih santai, tapi buat Saya saat itu ngenyesss ke hati, berarti ada penurunan kemampuan fisik yang signifikan yang tanpa disadari, wahh...gaswat ini πŸ™ˆ, harus segera hijrah ni...

Yesss...karena sejatinya sakit itu adalah penurunan KEMAMPUAN INDIVIDU dibanding individu sebelumnya (lengkapnya lihat gambar ajaa yaaa...)

Saya suka defenisi ini karena tidak membatasi bicara kesehatan tentang fisik, tapi bicara KEMAMPUAN INDIVIDU...yes bisa jadi kemampuan fisik, kemampuan finansial, kemampuan sosial, kemampuan mental

Saya tidak akan bahas satu per satu tentang kesehatan2 yang dimaksud diatas secara rinci (itu Anda bisa japri Syaa ajaa yaaa...), namun menurut Saya kita bisa mulai menghijrahkan paradigma kita menjadi SEHAT ITU TIDAK SAMA DENGAN SEMBUH

hhhmmm...maksudnya?

Gini, masih banyak orang bahkan kemaren ada chat dari tim Saya ketika dia mengenalkan pola hidup sehat kepada seorang praktisi kesehatan padahal, jawabannya adalah "Sayakan belum sakit, jadi apa yang harus Saya sembuhkan"

Oke, itu contoh sehat fisik, coba kita lihat dari segi sehat finansial,  masih ada aja orang ketika ditawarkan peluang bisnis untuk MENINGKATKAN KESEHATAN FINANSIAL nya, jawaban yang sering ketemu adalah "Saya aman2 aja sekarang, kerja masih oke, usaha sekarang lancar, nantilah....", ada kesan nunggu kerjaan ga oke dulu, bisnis tersendat dulu baru nyari peluang #PrinsipNyembuhin

Seolah-olah sehat itu karena adanya sakit, dan sehat itu adalah hasil dari sembuh....sehingga kudu nunggu sakit dulu baru belajar sembuh agar sehat πŸ™ˆ, bacanya aja puyengkan...makanya yukklah kita ubah paradigmanya...hehe

Belum lagi ketika ada yang datang menawarkan peluang, memberi infomarsi, dalam hati "dihh...nyari untung ni, mau manfaatin Gw, ada maunya ni pasti..." duh..duh...ini udah bicara kesehatan mental, bicara kesehatan HATI (wahhh...ini bahasannya panjang dan menarik, lain kesempatan yaa), intinya emang harus..."jagalah hati jangan kau kotori, jagalah hati....lanjuttt πŸ˜€

Pada akhirnya memang ukuran sehat setiap orang pasti berbeda, baik itu ukuran sehat fisik, sehat finansial ataupun sehat mental, eitss....jagalah hati, jangan kau kotori, jagalah....udeh...udehh

Tapi penulis yakin semuanya akan baik-baik saja ketika kita berhijrah paradigma menjadi #SEHAT ITU TIDAK SAMA DENGAN SEMBUH

sehingga kita tidak menunggu sakit dulu biar sehat atau harus sakit dulu baru harus sehat....hadeehhhhπŸ™ˆ

---Beben Wahyudi---


http://kangenwater-tegal.blogspot.co.id/p/blog-page_6.html

www.beautywaterstrongacid.blogspot.com
www.facebook.com/testimonibeautywatertegal
www.facebook.com/testimonikangenwater


wa 081902008000
bbm 5b8539e5
sms 0857111969

#sehattanpaharusminumobat
#sehattanpamerubahkebiasan
#infotegal
#infopantura
#obatjerawat #tipswajahcerahalami
#penghaluswajah #penghilangkomedo
#obatherbalambuh
#solusiwajahterbaik
#caramengahuslkanwajah
#percayadiri
#flekhitam
#jerawatbatu
#solusiiritasikulit
#wajahberminyak
#pemutihwajah
#beautywaterasli
#strongacid
#cosmestikpremium
#antioksidan
#kangenwatertegal
#kangenwaterslawi
#kulitsehat
#tipskecantikan

Pemikiran Mempengaruhi Berat Badan

REMOVE YOUR ACIDIC WASTE




Ini cuma analisa saya yang kurang ilmunya.. Hehe. Mohon koreksi dari para mastah.

Ada sebuah pernyataan menarik dalam buku yang berjudul Reverse Aging. Saya kira ini akan bermanfaat untuk kawan kawan semua.

Saya selalu ingat dengan salah satu pernyataan ini. Mengapa? Karena ini memberikan cara pandang baru kepada saya terhadap kesehatan.

Pernyataannya lebih kurang seperti ini, "Removing acidic waste is more effective than diet and exercise."

Mengapa saya ingin menyampaikan hal ini? Karena sebagian dari kita tidak mengetahui akar permasalah kesehatan yang sering kali terjadi.

Dan kabarnya, apa yang menjadi isi pikiran kita menentukan banyak hal dalam kesehatan. Termasuk pikiran pun menentukan berat badan kita. Hehe.

"Kok bisa berat badan menjadi parameter apa yang kita pikirkan?"

Ya jelas bisa lah.

Dan kabar baiknya, akan sedikit saya bahas cara yang lebih efektif untuk menurunkan badan. Yang jelas apa yang akan saya sampaikan bukanlah analisa dari seorang pakar kesehatan. Sumpah saya bukan pakar kesehatan. Bidang saya adalah ilmu komunikasi. Saya kira masih banyak orang orang yang kompeten menjelaskan hal ini.

Pernyataan tadi yang saya kutip dari sebuah buku, jika diterjemahkan dan dipelajari lebih dalam lagi, maka untuk mendapatkan berat badan ideal adalah dengan cara membuang limbah asam dalam tubuh. Indikatornya adalah pH darah.

Jadi sebenarnya bagi orang orang yg bermasalah dengan berat badan kecenderungannya adalah ia belum mampu meminimalisir gaya hidup asam.

Gaya hidup asam ini nampak dalam kebiasaan pola makan dan minum sehari hari yang biasanya jelas jelas asam (sifat bukan rasa). Misal makan berlebih, makan makanan instan dan sedikit makan sayur dan buah. Terkadang diantara kita sering mengonsumsi camilan kue lantas gak sadar sudah menghabiskan satu toples.. Hehehe.. Ayo ngaku!! :D

Jadi lain kali sebaiknya perbanyak camilannya buah buahan aja ya bro sist :)

Pola makan dan minum yang asam ini bisa dipicu juga oleh pikiran dan perasaan kita. Ketika seseorang sedang stress biasanya ia meminta atau banyak makan produk yang mengandung gula tinggi.

Dalam sebuah training kesehatan, menurut dr. Zaidul Akbar, bahwa seseorang yang sedang stress kebutuhan akan kalorinya akan semakin tinggi. Tujuannya tidak lain sebagai suplai terhadap kondisinya yang sedang stress.

Sederhananya, apa yang sedang dilakukan seseorang dengan makan makanan (produk) yang mengandung gula tinggi adalah upaya atau usaha dari pikiran agar menenangkan dirinya.

Memang pada akhirnya mampu menenangkan diri namun dalam jangkan panjang dampaknya adalah akan timbul berbagai penyakit kronis. Termasuk gejalanya adalah berat badan yang berlebih.

Mereka yang pura pura tenang (padahal sedang galau berat) perlahan lahan mengonversi stress menjadi timbunan lemak dalam tubuh.

Ya begitulah jika isi pikiran tidak dikendalikan maka berdampak kepada bentuk tubuh.

Maka wajib hukumnya membenahi masalah pikiran dan perasaan. Saking pentingnya hal ini dan justru ini akan merubah hidup menjadi lebih baik dari segi mental, fisik, sosial dan juga finansialnya.

Berlama lama dengan pikiran negatif, prasangka tidak baik akan berujung pada gagal move on. Kalau sudah begini akan berdampak tidak baik bagi kehidupan. Lebih buruk lagi bisa bunuh diri.

Maka sebaiknya pandai pandailah mengelola pikiran dan perasaan. Berdamailah. Berprasangka baiklah pada Allah.

Lantas kalau ada seseorang tidak stress, justru happy tiap hari namun berat badan berlebih, maka bisa dipastikan orang ini terjangkit virus doyan bin rakus. Hahaha... Jadi doyan makan dan rakus tetanggaan 😜😁

Balik lagi kepada pernyataan "Removing acidic waste, is more effective than diet and exercise". Pernyataan ini saya pahami bahwa diet dan olahraga bukan hal utama atau prioritas ketika mengharapkan berat badan yang ideal.

"Lho berarti diet dan olahraga gak penting? Gak baik??"

Bukan itu maksud saya. Pesan saya adalah kalau ingin membenahi urusan kesehatan terutama ingin mendapatkan berat badan yang ideal seharusnya utamakan dulu membuang limbah asam (removing acidic waste) dalam tubuh.

Baru kemudian diet dan olahraga menjadi pelengkap yang juga tidak boleh ditinggalkan.

Jadi kalau berat badannya gak turun turun (berlebih) padahal diet dan olahraga sudah maksimal, bisa jadi limbah asamnya belum dikurangi atau dibuang dari dalam tubuh.. Coba benahi dulu pikiran dan perasaan kawan kawan.

Termasuk sering seringlah makan sayur sayuran dan buah buahan. Dan minumnya tiap hari upayakan air ZamZam. Kalau tidak ada, insyaAllah Kangen Water solusinya.

Pandeglang 19 Agustus 2017

Fahrul Razi

*Kangenpreneur
*Pionir Sekolah Sehat Kangen Water Pandeglang.

#KangenWater
#BodyAndEmotion
#MoveOn
#RemoveYourAcidicWaste
#KomunitasAmazingTrueHealth

Dosen Dosen perawat kangen Water

DOSEN PERAWAT KANGEN WATER




He hee... nggak papa kok panggil saya "Mbak Ina Kangen Water", alhamdulillah bahagia aja saya dipanggil begitu. Jadi gitu kan... asal inget Ina, inget Kangen Water... inget Kangen Water, ingat Ina. Dipanggil 'Mbak', berasa muda terus...he hee semangat saya memang masih muda lho...

Sebelum cerita tentang alumni mahasiswa saya...

Sebentar, saya minum dulu ya... gelas ketiga pagi ini fresh dari mesin. Glekk...glekk...glekkk...nggak cukup satu teguk, sekarang saya terbiasa sekali minum satu gelas besar, segeeerrrrr...ini salah satu resep saya untuk tetap sehat, fit, bugar, dan...tampak awet muda... minum fresh dari mesin masih ada gelembung2 kecil Hidrogen aktifnya, FULL ANTIOKSIDAN 😚😚😚

 0️⃣1️⃣2️⃣3️⃣πŸ†—✅πŸ€“πŸ€“πŸ€“

Kemarin tiba2 ada lagi alumni mahasiswa yang japri, rupa2nya dia selalu kepo'in saya. "Bu Ina, sekarang sedang berbagi manfaat di mana?" Dia sering perhatikan postingan2 saya sedang berbagi manfaat Kangen Water ke berbagai tempat bahkan sampai luar pulau.

"Saya ingin seperti Bu Ina, tapi... apa saya bisa?"

Saya bilang "Belum dicoba, siapa yang tahu kalau kamu tidak bisa. Iya kan...?"

"Bu, bisa nggak ya ilmu Keperawatan saya dipakai kalau saya ikut jejak Bu Ina aktif di Kangen Water?"

Saya bilang "Saya sudah menjalaninya, dan saya sudah merasakannya bahwa ilmu Keperawatan sangat2 bisa diaplikasikan di aktifitas Kangen Water. Sejauh ini saya malah merasakan semakin banyak diperlukan masyarakat, Perawat2 yang aktif edukasi tentang air dan kesehatan tubuh.

"Tapi Bu, orang tua saya inginnya saya bekerja sebagai Perawat sesuai dengan kuliah saya. Cuma saya bingung ini Bu... sudah hampir setahun lulus Profesi belum juga dapat pekerjaan, saya berfikir untuk bisnis Bu... tapi bisnis yang tidak meninggalkan ilmu Keperawatan saya. Saya perhatikan Bu Ina, makanya saya beranikan kontak Bu Ina. Mohon bimbingan dan arahannya Bu..."

"Insya Allah, kalau kamu serius... saya siap bantu bimbing dan dampingi sampai kamu mandiri menjalankannya. Kalau yang sudah saya jalani dan rasakan... Aktifitas di Kangen Water itu menjadi semacam media dakwah, media berbagi manfaat ilmu yang kita miliki,  bukan semata2 bisnis yang mencari keuntungan materi (penghasilan). Rejeki itu Allah sudah atur, kita manusia tugasnya menyampaikan kebaikan. Apalagi kami tergabung di komunitas yang luar biasa, Komunitas Amazing Truehealth (KAT), komunitas yang tidak saja fokus melulu dibisnis dunia melainkan juga akherat."

"Iya Bu, semoga saya bisa menjadi bagian dari KAT, aamiin... terus saya harus mulai dari mana Bu?"

"Serius mau mulai? Kalau serius...mulai dari miliki 1 unit mesin Kangen Water, produksi airnya, share manfaatnya, itu saja... sambil jalan nanti insya Allah, Allah bukakan jalan lainnya untuk harapanmu."

"Berapa dana yang harus saya siapkan Bu? Nanti saya bicarakan dengan keluarga di rumah."

"Ada paket pilihan sesuai type dan spesifikasi mesin, ada yang 30 jutaan... ada yang 50 jutaan, ada yang lebih dari itu. Silahkan bisa dipertimbangkan sesuai kebutuhan dan kemampuan"

"Itu cara kerja mesinnya seperti apa, apa bisa dipasang di rumah saya Bu?"

"Insya Allah bisa... sangat bisa, yang penting ada listrik dan ada sumber air minum"

"Baik Bu, di rumah saya ada listrik, sumber air minum kami di sini biasa pakai air sumur tanah dan sebagian pakai air galon mineral atau isi ulang"

"Sipplah itu...insya Allah mesin bisa terpasang di rumahmu, simple kok pemasangannya. Instalasinya nanti kita lihat jika mesin sudah siap pasang, kita sesuaikan dengan kondisi sumber air dan kebutuhan produksi air. Yang jelas... setelah mesin terpasang, kamu bisa langsung operasional"

"Baik Bu Ina, mohon do'a dan bimbingannya ya Bu...saya bisa segera wujudkan ini."

"Insya Allah Mas, kita do'a minta sama Allah...bawa dalam sholat dhuha dan tahajud. Bismillah... biidznillah...."

Ohhh... nggak terasa sudah jam 09.15, segera yuk Dhuha dulu, do'anya para pengusaha πŸ˜‡πŸ˜‡πŸ˜‡

Nanti ceritanya disambung lagi, japri aja kalau perlu tanya2. Saya ready...sekarang saya nggak ada jadwal khusus untuk ngajar di kelas. He hee... waktunya longgar, siap berapa SKS?! πŸ˜ƒ

-Ina Karlina-
Tegal 21 Agustus 2017

#Nerspreneur
#Kangenpreneur
#PernahJadiDosen
#SharingIsCaring
#CaringIsLove
#HijrahItuBaik
#MyHoby
#MyPassion
#BikinBahagia
#KomunitasAmazingTruehealth

Jumat, 18 Agustus 2017

Alhamdulillah...

Ibuku... Bu Budi Dermawan



Sebelumnya Penderita Autoimun yang karena faktor hormonal dan usia, ada kista di rahim dan payudara.

Untuk kista belum pernah berobat karena sudah banyak obat yg beliau minum sehari2 dalam melawan auto imun. minum Kangenwater ph 7 fresh from the machine selama setahun dan ph 8,5 baru dua bulan.

Kista hilang bersih dari rahim dan payudara

Makin semangat menyelamatkan saudara2 Kita untuk bebas dari penyakit

Terimakasih bu mau konsumsi Kangenwater terus menerus fresh from the machine πŸ’¦πŸ’¦πŸ’¦

#sembuhtanpakambuh
#changeyourwaterchangeyourlife
#kankerpayurdara
#penyakitautoumun
#penyembuhankankeralami
#testimonikangenwater

wa 081902008000
bbm 5b8539e5
sms 0857111969

www.beautywaterstrongacid.blogspot.com
www.facebook.com/testimonibeautywatertegal
www.facebook.com/testimonikangenwater

#obatjerawat
#tipswajahcerahalami
#penghaluswajah
#penghilangkomedo
#obatherbalambuh
#solusiwajahterbaik
#caramengahuslkanwajah
#percayadiri
#flekhitam
#jerawatbatu
#solusiiritasikulit
#wajahberminyak
#pemutihwajah
#beautywaterasli
#strongacid
#cosmestikpremium
#antioksidan
#kangenwatertegal
#kangenwaterslawi
#kulitsehat
#tipskecantikan

#testimonyKangenwater
#changeyourwaterchangeyourlife

Kamis, 17 Agustus 2017

ALKALINE IONEZEDW DAN BAHAYA PESTISIDA

AIR ALKALI DAN BAHAYA PESTISIDA

Oleh:
Andi Pratama Dharma
Spesialis Penyakit Dalam
Divisi AntiAging & ERW Centre
Klinik Interna Medika Karawang

https://www.facebook.com/andipratama.dharma/posts/1885873991664042

Beberapa hari yang lalu, di grup whatsapp PAPDI (Perkumpulan Ahli Penyakit Dalam Indonesia) cabang Jawa Barat, salah seorang internist senior dan guru kami saat menimba ilmu di Bagian Penyakit Dalam Unpad dulu, membagikan artikel ilmiah di salah satu jurnal kesehatan. Artikel ini membahas mengenai kemungkinan adanya hubungan antara gagal ginjal kronis dengan paparan pestisida dalam jangka waktu yang lama.

Berikut judul artikelnya:

Pesticide exposures and chronic kidney disease of unknown etiology: an epidemiologic review. Valcke M, et al. Enviromental Health, 2017.

https://ehjournal.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12940-017-0254-0

Terinspirasi artikel di atas, tulisan ini dibuat.
Semoga bermanfaat.

PESTISIDA DI INDONESIA
Penggunaan pestisida di dunia dan Indonesia khususnya, sudah sangat luas. Para petani bisa dibilang sudah sangat tergantung dengan zat ini demi keberhasilan panennya dari tahun ke tahun.

https://www.voaindonesia.com/a/penggunaan-pestisida-di-kalangan-petani-kian-memprihatinkan/2440832.html

Quote:
“Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Tengah telah melakukan kampanye pengurangan penggunaan pestisida dan pupuk kimia di kalangan petani. Namun, menurut Direktur Eksekutif Walhi Jawa Tengah, Ning Fitri, upaya itu belum berhasil karena petani sudah mengalami ketergantungan luar biasa.”

RESIDU PESTISIDA DALAM MAKANAN
Residu pestisida adalah pestisida yang masih tersisa pada bahan pangan setelah diaplikasikan ke tanaman pertanian. Tingkat residu pada bahan pangan umumnya diawasi dan ditetapkan batas amannya oleh lembaga yang berwenang di berbagai negara. Paparan populasi secara umum dari residu ini lebih sering terjadi melalui konsumsi bahan pangan yang ditanam dengan perlakuan pestisida, ditanam atau diproses di tempat yang dekat dengan area berpestisida.

Senyawa kimiawi yang persisten dapat terakumulasi di dalam rantai makanan tanpa terurai, dan telah terdeteksi di berbagai produk hewan mulai dari daging sapi, daging ayam, telur ayam, dan daging ikan.

EFEK BERBAHAYA PESTISIDA BAGI KESEHATAN


Sebagai suatu radikal bebas, pestisida memiliki banyak sekali bahaya bagi kesehatan kita, dan dapat menimbulkan berbagai penyakit berat yang fatal dan mengancam jiwa.

https://en.wikipedia.org/wiki/Health_effects_of_pesticides

Menurut The Stockholm Convention on Persistent Organic Pollutants, 9 dari 12 bahan kimia yang paling berbahaya dan paling persisten di lingkungan adalah pestisida. Bukti-bukti yang meyakinkan menunjukkan bahwa paparan pestisida dalam waktu yang lama dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan yang berat, mulai dari kanker hingga gangguan sistem saraf, mulai gangguan fertilitas hingga kerusakan organ, mulai janin dalam kandungan hingga para lanjut usia.

RESIDU PESTISIDA: KANKER, KANKER, & KANKER
Banyak penelitian membuktikan hubungan antara paparan pestisida dengan risiko kanker, mulai kanker darah, kanker kelenjar getah bening, kanker otak, ginjal, payudara, prostat, pankreas, hati, paru-paru, dan kulit. Paparan pestisida pada ibu yang hamil meningkatkan risiko anak-anaknya kelak menderita kanker darah, ginjal, dan otak.

Ingatkah Kita?
Sekitar 30-40 tahun yang lalu, jarang sekali ditemukan anak-anak yang menderita kanker. Saat ini, di Indonesia saja telah berdiri Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia. Anak-anak usia belasan tahun, kadang di bawah 10 tahun dirawat di rumah sakit rujukan dan telah menderita berbagai jenis kanker yang mengancam jiwa. Apakah hal ini berhubungan, langsung atau tidak langsung, sedikit atau banyak, dengan konsumsi produk makanan berpestisida sejak mereka kecil?

RESIDU PESTISIDA: KELAINAN SARAF & REPRODUKSI
Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa paparan pestisida menyebabkan berbagai kelainan saraf dan otak, keguguran berulang, kematian janin dan gangguan pertumbuhan janin, berat badan lahir rendah, dan gangguan tumbuh kembang pada anak.

Ingatkah Kita?
Sekitar 30-40 tahun yang lalu, jarang sekali ditemukan anak-anak berkebutuhan khusus. Saya ingat, saat bersekolah di Sekolah Dasar dulu, di seluruh sekolah kadang tidak ada satupun anak yang memiliki kebutuhan khusus. Sekarang, hampir di semua taman kanak-kanak dan sekolah dasar, kadang di tiap kelas, ada saja anak-anak berkebutuhan khusus yang membutuhkan perhatian dan terapi tersendiri. Apakah hal ini berhubungan langsung dan tidak langsung, sedikit atau banyak dengan konsumsi produk makanan berpestisida sejak mereka di dalam kandungan ibunya?

Ingatkah Kita?
Dulu, tidak aneh bila kita memiliki teman bermain yang merupakan anak ke-2 dari 7 bersaudara, atau anak bungsu dari 10 bersaudara misalnya. Sementara saat ini, banyak sekali di sekitar kita pasangan yang telah menikah bertahun-tahun namun sangat sulit untuk memiliki keturunan. Apakah hal ini berhubungan langsung dan tidak langsung, sedikit atau banyak dengan konsumsi produk makanan berpestisida dari sang suami dan sang istri sejak usia balita hingga mereka menikah?

RESIDU PESTISIDA DAN GANGGUAN KESEHATAN LAINNYA
Beberapa penelitian telah menemukan hubungan paparan pestisida dengan peningkatan risiko penyakit kulit dan penyakit paru kronis. Ditemukan juga peningkatan risiko diabetes (penyakit gula) mulai 20% hingga 200% lebih tinggi dari populasi yang tidak terpapar.

Bahkan di salah satu slide dari peneliti senior di University of Agricultural Science Sher-E-Kasmir, Nazir Ganai (gambar ke-2), terungkap bahwa efek jangka panjang pestisida berhubungan dengan kerusakan hampir di setiap organ tubuh. Mulai dari kerusakan hati, saraf, otak, organ reproduksi pria dan wanita, kandung kemih, paru-paru, kulit, dan utamanya berbagai jenis kanker di berbagai organ.

POPULASI YANG RENTAN?
Masalah pestisida ini harusnya mendapat perhatian khusus dari kita semua. Mengapa? Karena seluruh keluarga, orang tua, kakek nenek, paman bibi, dan utamanya putra-putri kita, terpapar setiap hari dengan radikal bebas dalam bentuk racun hama ini dalam jangka waktu yang lama. Terpapar setiap waktu selama belasan, bahkan puluhan tahun, malah mungkin sepanjang usia. Mulai balita enam bulan hingga lansia yang teratur mengkonsumsi beras dan sayuran/buah-buahan berpestisida.

Anak-anak diperkirakan menjadi kelompok yang paling rawan terkena paparan residu pestisida, terutama ketika paparan terjadi pada jendela perkembangan kritis (critical windows of development). Bayi dan anak-anak mengkonsumsi sejumlah besar makanan dan air relatif  besar dibandingkan berat badan mereka, dan memiliki pelindung otak yang masih sangat rentan.

BAGAIMANA MENGURANGI DAMPAKNYA?
Cara terbaik untuk meminimalisir paparan residu pestisida adalah membatasi paparan dengan pestisida, sesuai rekomendasi dari American Medical Association. Salah satunya adalah dengan selalu mencuci beras serta selalu mencuci dan mengupas buah dan sayuran yang akan dimakan. Cara lain adalah dengan menanam buah dan sayuran sendiri di pekarangan rumah atau mengkonsumsi beras dan sayuran organik. Apakah hal itu sudah cukup?

Sayangnya tidak. Selain lebih sulit didapat, harga beras dan sayuran/buah organik juga lebih mahal, kadang hingga 1,5-2 kali lipat harga non-organik.

Selain itu, pertanian organik yang tidak menggunakan pestisida sintetik, tidak berarti terbebas dari residu pestisida. Pestisida dapat bersifat persisten sehingga masih bertahan di tanah (pertanian organik) hingga waktu yang sulit ditentukan. Pestisida juga dapat menjangkau kawasan pertanian organik melalui arus pestisida maupun ketika ditransportasikan.

ADAKAH SOLUSI YANG MUDAH DAN EKONOMIS?
Tentu saja ada (ya iya lah, kalo nggak ada ngapain juga nulis artikel panjang-panjang begini).

Salah satunya adalah dengan memiliki mesin elektrolisis di rumah Anda.

ASAM DAN BASA KUAT DARI MESIN ELEKTROLISIS
Sejak pertama kali dibuat di Jepang tahun 1960-an, mesin elektrolisis mulai mendapat persetujuan dari Departemen Kesehatan Jepang tahun 1966. Sejak saat itu, jutaan penduduk Jepang telah menggunakan mesin ini dalam kehidupan mereka sehari-hari hingga sekarang.

(Untuk lebih jelasnya, sejarah mesin ini bisa dibaca di link berikut:
Sejarah & Manfaat Air Alkali
https://www.facebook.com/andipratama.dharma/posts/1793268440924598)

Para perancang mesin ini, menemukan bahwa selain dapat menghasilkan air alkali, dengan mesin elektrolisis ini mereka juga dapat memproduksi air dengan pH yang sangat tinggi dan pH yang sangat rendah.

Dari mesin ini dapat dihasilkan air yang sifatnya sangat asam dengan pH 2.5 (atau dikenal secara medis sebagai Strong Electrolyzed Oxydizing Water atau Strong Acid Water), dan air yang bersifat sangat basa dengan pH 11.5 (Strong Electrolyzed Reduced Water atau Strong Alkaline Water).

Ternyata, salah satu manfaat dari air dengan pH yang sangat rendah dan sangat tinggi ini adalah untuk melarutkan pestisida dari sayuran, buah-buahan, dan beras yang akan kita konsumsi. Masih belum percaya? Check it out.

PENELITIAN KE-1:
Reduction of pesticide residues on fresh vegetables with electrolyzed water treatment. Hao J et al. J Food Sci. 2011

SUMMARY:
Degradation of the three pesticides commonly used as broad-spectrum insecticides in pest control by electrolyzed water was investigated. High-residual levels had been detected in vegetables. RESULT: Electrolyzed oxidizing (EO) water (pH 2.3 oxidation-reduction potential [ORP]: 1170 mV) and the electrolyzed reducing (ER) water (pH 11.6, ORP: -860 mV) can reduce the pesticide residues effectively. Pesticide residues on fresh spinach after 30 min of immersion in electrolyzed water reduced acephate by 74% (EO) and 86% (ER), omethoate by 62% (EO) and 75% (ER), DDVP by 59% (EO) and 46% (ER), respectively. The efficacy of was found to be better than that of using tap water or detergent (both were reduced by more than 25%). Using EO or ER water to wash the vegetables did not affect the contents of Vitamin C, which inferred that the applications of EO or ER water to wash the vegetables would not result in loss of nutrition.

KESIMPULAN:
Residu tiga jenis pestisida pada bayam segar berkurang secara bermakna (mulai 46% hingga 86%) dengan menggunakan air dengan pH 11.6 dan pH 2.3, dan terbukti lebih baik dibandingkan menggunakan air ledeng atau detergen (yang hanya berkurang sekitar 25%). Penggunaan air elektrolisis tidak mempengaruhi kadar vitamin C dalam sayuran, sehingga disimpulkan bahwa penggunaannya tidak akan mengurangi kandungan nutrisi dalam sayuran yang dicuci.

PENELITIAN KE-2:
Removal of six pesticide residues in cowpea with alkaline electrolysed water. Han Y, et al. J Science and Food Agriculture, 2016.

SUMMARY:
Reduction of six pesticide residues in cowpea by alkaline electrolysed water (AlEW) solutions with different pH was investigated. Results showed that the removal effect of AlEW solution was superior to tap water, 5% sodium chloride, 5% sodium carbonate and 5% acetic acid solution. AlEW with pH 12.2 had more potential to eliminate the six pesticides in cowpeas. Moreover, the reduction of pesticide residues gradually increased with the increase of washing time. This study demonstrated that AlEW solution with pH of 12.2 could be used to reduce pesticide residues on fresh cowpea samples.

KESIMPULAN:
Air dengan pH tinggi (12.2) dapat digunakan untuk mengurangi residu pestisida pada kacang tunggak (buah cowpea), dan lebih baik dibandingkan air ledeng, larutan garam, larutan natrium bikarbonat, dan larutan asam asetat.

DEMONSTRASI AIR ALKALI PADA PESTISIDA
Bila ingin melihat demonstrasi yang memperlihatkan pengaruh pemberian air alkali dengan pH yang tinggi terhadap pestisida, silakan klik di link berikut ini:

https://www.facebook.com/sarah.nurjanah.75/posts/10207513652040038

PENUTUP
Dengan memiliki mesin elektrolisis, kita dapat memproduksi air dengan pH sangat tinggi (atau sangat rendah) untuk mencuci makanan agar mengurangi kandungan pestisidanya secara bermakna.

Sisa pestisida yang masih ada, walaupun masih memiliki sifat radikal bebas, dapat dinetralisir dengan teratur minum air alkali (pH 8.5 hingga 9.5). Air alkali, saat baru diproduksi langsung dari mesinnya, memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi, yang dapat mengikat tidak hanya pestisida, tetapi berbagai radikal bebas lain yang masuk ke tubuh kita dan keluarga tercinta.

Antioksidan dari mesin elektrolisis, selain dapat meningkatkan potensi antioksidan lain, juga memiliki enam keunggulan dibandingkan antioksidan lain yang biasa kita konsumsi. Lebih dalam tentang enam keunggulan tadi, bisa membacanya di link berikut ini:

Air Alkali: Antioksidan & Penyakit Akibat Radikal Bebas
https://www.facebook.com/andipratama.dharma/posts/1814813678770074

Dengan memiliki mesin elektrolisis sendiri di rumah, berarti Anda telah memiliki mesin penghasil air alkali sendiri, mesin penghasil antioksidan pribadi, dan mesin pencuci produk berpestisida ekslusif hingga 20-25 tahun yang akan datang.

Semoga bermanfaat.

untuk coba air ionezed gratis or konsultasi lanjuta bisa hub:

wa 081902008000
bbm 5b8539e5
sms 0857111969

www.beautywaterstrongacid.blogspot.com
www.facebook.com/testimonibeautywatertegal
www.facebook.com/testimonikangenwater

#obatjerawat
#tipswajahcerahalami
#penghaluswajah
#penghilangkomedo
#obatherbalambuh
#solusiwajahterbaik
#caramengahuslkanwajah
#percayadiri
#flekhitam
#jerawatbatu
#solusiiritasikulit
#wajahberminyak
#pemutihwajah
#beautywaterasli
#strongacid
#cosmestikpremium
#antioksidan
#kangenwatertegal
#kangenwaterslawi
#kulitsehat
#tipskecantikan

Minggu, 13 Agustus 2017

CARA AMPUH USIR KEPUTIHAN DENGAN SATU LANGKAH

Nah loh...
Hayo yg sering garuk garuk..??
 

😲😲

Terkadang sering terjadi rasa gatal pada selangkangan dan didaerah kewanitaan dekat Miss V itu dikarenakan keputihan yg mengganggu dan menyebabkan rasa gatal yg tak tertahankan.. πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ

Yuk basmi dgn rajin Semprot Strong Acid warna merah,saat buang air kecil dan saat Haid biar terhindar dri rasa gatal dan bebas kuman..jika.mengalami bengkak di akibat garukan gunakan juga strong Cleanser warna biru
Membantu menghilangkan bau tak sedap  dan meningkatkan rasa percaya dirimu di depan pasanganmu..mahkota wanita jadi lebih halus kenyal dan kencangπŸ‘Œ πŸ‘ŒπŸ‘Œ baca juga http://beautywaterstrongacidoriginal.blogspot.co.id/2017/06/cara-mengyembuhkan-keputihan-abnormal.html

Ready Bunda fresh from the mesin..100% alami air hidrogen beratioksidan tanpa campuran apapun.
Boleh paket atau eceran
Info Order chat ya:


Wa 081902008000
Bbm 5b8539e5
Cek testimoni
Www.facebook.com/kangenwatertegal